Harga Makin Murah, Mobil Listrik Bekas Jadi Buruan! Tapi Jangan Beli Sebelum Cek Hal Ini
Tren kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Seiring meningkatnya penjualan mobil listrik baru, kini mulai banyak unit bekas yang beredar di pasaran dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.
Fenomena ini membuat mobil listrik bekas semakin dilirik oleh masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Salah satu contoh yang cukup banyak ditemukan di pasar mobil bekas adalah Wuling Air ev yang dijual di sejumlah showroom, termasuk kawasan WTC Mangga Dua.
Meski menawarkan harga lebih murah akibat depresiasi yang cukup besar, calon pembeli tetap perlu lebih teliti sebelum memutuskan membawa pulang mobil listrik bekas impian mereka.
Jangan Tertipu Harga Murah! Baterai Jadi Faktor Penentu Utama
Menurut Mahaendra Gofar, Pendiri EV Safe sekaligus dosen National Battery Research Institute, aspek paling penting yang harus diperhatikan saat membeli mobil listrik bekas adalah kondisi baterai atau state of health (SoH).
“Biasanya yang harus dipertanyakan itu adalah state of health dari baterainya,” ujar Gofar.
SoH merupakan indikator kesehatan baterai yang menunjukkan seberapa besar kapasitas baterai masih tersisa dibandingkan kondisi saat baru. Kabar baiknya, sebagian besar mobil listrik bekas di Indonesia masih berusia muda, yakni kurang dari empat tahun. Dengan tingkat degradasi rata-rata hanya sekitar 1 hingga 2 persen per tahun, kondisi baterainya umumnya masih berada di kisaran 94 hingga 95 persen.
Selain baterai, pembeli juga perlu memperhatikan layanan purna jual dari merek yang dipilih. Jaringan servis yang luas akan sangat membantu ketika kendaraan membutuhkan perawatan atau perbaikan. Menariknya, garansi mobil listrik umumnya dapat berpindah tangan sehingga pemilik kedua tetap bisa mengajukan klaim kepada pabrikan.
Pemeriksaan fisik juga tidak boleh diabaikan. Sama seperti mobil konvensional, kondisi eksterior, interior, dan kaki-kaki kendaraan wajib dicek secara menyeluruh. Namun ada satu langkah tambahan yang khusus dilakukan pada mobil listrik, yaitu pemeriksaan software menggunakan alat scan OBD. Karena itu, disarankan membawa teknisi atau inspektor berpengalaman saat melakukan inspeksi.
Terakhir, jangan lupa memastikan infrastruktur pendukung tersedia di rumah. “Hal lain tentu saja perhatikan infrastruktur pendukung. Misalnya apakah rumah atau tempat tinggal sudah bisa memenuhi pengisian daya ke mobil listrik nantinya,” kata Gofar.
Jika belum memungkinkan mengisi daya di rumah, pemilik mobil listrik masih bisa memanfaatkan SPKLU sebagai alternatif pengisian baterai. Dengan pengecekan yang tepat, mobil listrik bekas bisa menjadi pilihan cerdas yang hemat dan tetap nyaman digunakan sehari-hari.
0 Response to "Harga Makin Murah, Mobil Listrik Bekas Jadi Buruan! Tapi Jangan Beli Sebelum Cek Hal Ini"
Post a Comment
√ Komentar anda adalah motivasi kami!
√ Untuk menyisipkan code gunakan
<i rel="code">Tuliskan Code</i>
√ Untuk menyisipkan gambar gunakan
<i rel="image">URL Gambar</i>
√ Untuk menyisipkan catatan gunakan
<b rel="quote">Tuliskan Catatan Anda</b>
√ Centang Notify me untuk mendapatkan notifikasi balasan komentar melalui Email